Museum Kebudayaan Wolio Sulawesi Tenggara

1 min read

Museum Kebudayaan Wolio Sulawesi Tenggara adalah museum yang dibangun di Benteng Kerajaan Buton, 3 KM dari pusat kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Penggunaan benteng pada masa itu menjadi basis serangan bajak laut dan pertahanan Belanda yang dibangun pada abad ke-16 oleh masyarakat Buton.

Benteng ini terbuat dari batu alam pegunungan yang tertata rapi menggunakan kapur sebagai perekatnya dan memiliki 12 pintu masuk dan keluar dengan nama masing-masing.

Di dalam benteng sendiri terdapat beberapa peninggalan sejarah berupa Masjid Agung Keraton dan tiang bendera setinggi 50 M yang juga dibangun sekitar abad ke-16.

Sejarah Museum Kebudayaan Wolio

Museum Kebudayaan Wolio sulawesi tenggara

Pada tahun 1980, Drs. H. La Ode Manarfa Kaimuddin Khalifatul Khamis yang merupakan putra ke-38 Sultan Buton berinisiatif untuk menggunakan bekas Istana Kesultanan Buton sebagai Museum Budaya Wolio.

Tujuan utama museum ini adalah sebagai tempat menyimpan, merawat, melestarikan dan memamerkan peninggalan sultan dan kerabatnya.

Museum ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 ha dengan bangunan berupa rumah panggung berukuran 15 x 25 yang memiliki dua lantai dan masih dikelola oleh keluarga keturunan Sultan Buton ke-38.

Koleksi Museum Kebudayaan Wolio

Isi dari koleksi museum ini adalah peninggalan Sultan Buton ke-38 yang terdiri dari:

  • Alat upacara: tempolong, altar, vas bunga.
  • Senjata (tools of war): tombak, meriam, topi perang.
  • Alat seni.
  • Peralatan Rumah tangga.
  • Foto foto.
  • keramik.

Fasilitas

Rumah museum ini terbagi menjadi dua lantai dimana setiap lantai memamerkan objek yang berbeda, seperti:

  • Lantai pertama menampilkan koleksi kursi tamu, foto-foto sejarah kesultanan, peralatan upacara, guci, vas bunga, tempolong, topi perang, peralatan rumah tangga dan lain-lain.
  • Lantai dua memamerkan koleksi senjata (meriam kecil, tombak), alat upacara pernikahan (tempat mayang kembar), alat seni (gong, rebana).

Harga Tiket dan Jam Buka Muesum Wolio

Jadwal museum ini hanya buka pada waktu-waktu tertentu dan pengunjung diharapkan memberitahukan kepada pengelola museum terlebih dahulu.

Jadi, mengenai harga tiket, kalia bisa berdiskusi tentang itu dengan pihak pengelola Museum.

Ketahui juga Museum lainnya:

Sekian pembahasan kali ini, semog bisa menambah wawasan para pembaca sekalian. Terima kasih sudah berkunjung.

Museum Maluku

Sudarsono
1 min read

Museum Mandar Sulawesi Barat

Sudarsono
52 sec read