museum kereta api

Museum Kereta Api yang Berada Di Indonesia – Indonesia memiliki sejarah panjang mengenai kereta api, tepatnya sejak zaman penjajahan Belanda dahulu. Semua kisah yang ada serta seluk-beluknya bisa Anda temui di museum-museum kereta api yang ada di Indonesia ini. Tidak cuma soal sejarah tertulis, di museum kereta api, Anda juga bisa menikmati berbagai macam koleksi, mulai dari gerbong hingga lokomotif jadul yang nilai sejarahnya besar banget.

Untuk Anda yang long weekend memiliki rencana memperdalam ilmu pengetahuan terkait kereta api, kami akan merangkum daftar lima museum kereta api yang ada di Indonesia. Siapa tahu bisa jadi referensi Anda travelling ya!

Museum Kereta Api Jakarta

Di Jakarta juga ada museum kereta api, lho! Letaknya ada d Taman Mini Indonesia. Di dalam museum ini, Anda bisa menemukan berbagai macam koleksi kereta api yang memang cukup beragam, terutama koleksi yang ada ini berasal dari era 70-80an dengan kondisi yang terawat. Di sini, Anda bisa melihat 24 koleksi lokomotif uap hingga diesel yang dipajang.

Terdapat juga Kereta Api Luar Biasa (KLB) yang sempat menjadi kereta api operasional Presiden Soekarno dan wakilnya, Mohammad Hatta Museum saat kemerdekaan. Stasiun ini diresmikan pada tahun 1991 lalu dan masih menjadi salah satu daya tarik wisata yang berkunjung ke TMII.

Museum Kereta Api Sawahlunto

Terletak di Sawahlunto, Sumatera Barat, Museum Kereta Api Sawahlunto awalnya berfungsi sebagai stasiun. Namun, karena nggak banyak yang dapat dioperasikan secara komersil, pada 2005 lalu, stasiun ini diubah menjadi museum.

Koleksi dari Museum Kereta Api Sawahlunto memiliki 106 buah koleksi rangkaian serta perlengkapan kereta api yang terdiri dari lima unit gerbong, satu unit lokomotif uap, dua buah jam, 34 buah alat-alat sinyal atau komunikasi, puluhan foto dokumentasi, sembilan unit miniatur lokomotif, tiga buah brankas , lima unit dongkrak rel, tiga set label pabrik, tiga buah timbangan, sebuah lonceng penjaga, dan sepasang baterai lokomotif.

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa adalah salah satu destinasi wisata yang wajib untuk anda kunjungi bersama keluarga maupun bersama sahabat. Karena museum ini berbeda dengan museum kereta api pada umumnya.

Di Museum Kereta Api Ambarawa para pengunjung bisa melihat secara langsung mengenai mesin yang digunakan kereta api pada zaman penjajahan Belanda dahulu. Pengunjung juga bisa menaiki kereta api lokomotif yang tersedia. Terdapat 221 jenis lokomotif yang ada di museum ini, tetapi hanya 3 saja yang dapat dioperasikan.

Selain lokomotif ada juga koleksi benda yang bisa dibilang antik yaitu bel, telepon, telegram morse, dan benda – benda lalinnya. Sejarahnya Museum Kereta Api ini merupakan stasiun kereta api yang tidak lagi difungsikan pada tahun 1970 layaknya stasiun. Padahal stasiun ini telah memenuhi permintaan King William 1 yang digunakan untuk membawa pasukan. Kemudian oleh Soepardjo Reostam gubernur Jawa Tengah stasiun ini difungsikan kembali dengan fungsi sebagai Museum Kereta Api.

Baca Juga : 6 Museum di Semarang Hits dan Instagramable

Untuk mengakses Museum Kereta Api Ambarawa ini, tentunya anda bisa datang dari Kota Semarang kemudian arahkan kendaraan Anda ke Ungaran sampai di pertigaan Bawen, setelah itu anda tinggal belok ke kanan atau bisa jalan terus sampai di tugu Palagan, Ambarawa melalui jalur menuju ke arah Kota Yogyakarta.

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung yang datang dari arah Solo bisa melewati jalur Blotongan hingga ke arah Ambarawa, jalur ini merupakan jalur alternatif yang mana kemudian Anda bisa sampai di belakang museum dan sepanjang perjalanan anda bisa melihat indahnya pemandangan Gunung Telemoyo yang berada di kanan jalan dan di kiri jalan serta anda bisa melihat Rawa Pening yang sangat eksotis

Museum Kereta Api Graha Parahyangan Bandung

Bangunan Kereta Api Graha Parahyangan yang berada di Bandung ini dulunya didirikan pada tahun 1927 dan merupakan tempat tinggal dari M.A.J Kelling, seorang Warga Negara Belanda yang bekerja menjadi pengusaha swasta di bidang property pada kala itu. Bangunan ini di arsiteki oleh J.C.J Piso. Bangunan ini kemudian dijadikan tempat tinggal pejabat kereta api ketika pemerintah Hindia Belanda saat berkuasa.

Selain menyediakan wisata heritage lokomotif di museum ini, museum Kereta Api Graha Parahyangan Bandung yang dibuka secara resmi pada tanggal 21 Juni 2010 ini juga memajang berbagai macam peninggalan sejarah perkeretaapian yang ada di Indonesia.

Baca Juga : Pangeran yang Terusir

Bahkan beberapa koleksi yang terdapat di museum ini didatangkan langsung dari Museum Ambarawa, Jawa Tengah. Beberapa koleksi tersebut diantaranya adalah mesin pembuat karcis, alat komunikasi telegraf, mesin cetak tanggal karcis, telepon kayu, dan alat hitung odhever.

Pengunjung museum yang tidak mengerti sejarah perkeretaapian Indonesia dapat langsung membaca sejarah singkat bangunan-bangunan kuno yang pernah menjadi bagian sejarah perjalanan kereta api di Indonesia ini.

Baca Juga : Playboy Interview: George Aditjondro

Graha Parahyangan yang dimanfaatkan sebagai museum juga memiliki konsep untuk dimanfaatkan sebagai galeri yang diutamakan untuk mendukung kegiatan dan pameran produk industri kreatif. Selain sebagai museum dan juga tempat galeri untuk kegiatan kreatifitas masyarakat, Graha Parahyangan Bandung ini juga dapat dialihfungsikan sebagai sarana ruang pertunjukan seni serta ruang seminar atau rapat.

Rencananya kedepan akan diletakkan gerbong-gerbong berisi merchandise di halaman Graha Parahyangan. Tak hanya itu, gerbong di halaman juga akan difungsikan layaknya kafe, sehingga gedung bersejarah ini dapat lebih bermanfaat dan memiliki nilai bisnis bagi PT KAI.

Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso

Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso merupakan museum kereta api pertama di Jawa Timur, dan merupakan museum ketiga di Indonesia setelah museum kereta api Ambarawa dan juga Sawah Lunto. Selain menjadi destinasi pariwisata baru di daerah Bondowoso, museum kereta api ini juga menjadi sarana pendidikan untuk mengenal mengenai sejarah, terutama sejarah perkeretapian di Indonesia ini.

Museum kereta api Bondowoso lokasinya berada di Stasiun Bondowoso, Jawa Timur serta menampilkan berbagai koleksi peninggalan Stasiun Kereta Api Bondowoso. Stasiun Bondowoso sendiri saat ini merupakan jalur mati yang tidak dilalui kereta api dan sudah tidak aktif lagi. Ruang museum sendiri memanfaatkan Stasiun Bondowoso yang memiliki status bangunan cagar budaya.

Ruang pamer yang ada di Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso terdiri dari ruang pamer pengantar, pamer gerbong maut, pamer utama, pamer komoditas dan ke depannya terdapat ruang PPKA. Koleksi yang berada di Museum Bondowoso ini antara lain yaitu peralatan kerja yang dulunya pernah dipakai kereta api dari masa ke masa, misalnya ada tiket Edmonson, stempel,  ebleg semboyan 40, mesin tik, mesin cetak tanggal karcis, telepon, topi PPKA, reglement, peluit, foto, lampu Hansen, dan masih banyak lagi lainnya.

Baca Juga : Bromocorah dalam Sejarah Kita

Tidak ketinggalan beberapa miniatur lokomotif, berbagai foto pejuang, dan pernak pernik peninggalan masa perjuangan pahlawan RI di Bondowoso menghiasi ruang museum. Selain melihat koleksi museum, pengunjung dapat juga melihat film suasana kereta api tempo dulu di Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso. Selain menjadi destinasi pariwisata baru di daerah Bondowoso, museum kereta api ini juga menjadi sarana pendidikan untuk mengenal mengenai sejarah, terutama sejarah perkeretapian di Indonesia ini.

Di ruang komoditas yang ada, wisatawan dapat mengetahui informasi peristiwa gerbong maut yang terjadi pada 23 November 1947. Bangunan Stasiun Bondowoso ini berada di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here