Museum Lambung Mangkurat

Salah satu Museum yang terkenal di Kalimantan selatan yaitu Museum Lambung Mangkurat yang terletak di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Nama museum ini berasal dari nama tokoh Hikayat Banjar. Dan di postingan ini kita akan bahas tentang sejarah dan koleksinya.

Awal Berdirinya Museum Lambung Mangkurat

Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan

Bangunan pertama didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda di Banjarmasin pada tahun 1907 dan telah beberapa kali berganti nama.

Museum ini diperbaiki dan diresmikan kembali oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bernama Daoed Joesoef pada tanggal 10 Januari 1979 dengan nama Museum Lambung Mangkurat.

Luas bangunan 2 km2 dengan luas 15 km2. Bentuk museum menyerupai rumah Bubungan Tinggi. Koleksi utama adalah barang-barang pribadi Amir Hasan Kiai Bondan.

Sejarah Museum Lambung Mangkurat

Museum Lambung Mangkurat pada awalnya bernama Museum Borneo yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1907 di Banjarmasin.

Selama masa penjajahan Jepang, Museum Borneo dinonaktifkan. Museum ini dibangun kembali dengan nama Museum Kalimantan pada tanggal 22 Desember 1955.

Koleksinya berupa barang-barang pribadi milik Amir Hasan Kiai Bondan.

Pada tahun 1957 diadakan Konferensi Kebudayaan di Banjarmasin yang memutuskan pendirian kembali Museum Kalimantan.

Pembangunan museum selesai pada tahun 1967 dengan nama Museum Banjar. Museum Banjar juga kemudian dibubarkan juga.

Pada tahun 1974, museum baru dibangun di Jalan Jenderal Achmad Yani, Desa Banjarbaru Utara.

Museum tersebut bernama Museum Lambung Mangkurat dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Daoed Joesoef pada tanggal 10 Januari 1979.

Koleksi Museum

Musium Lambung Mangkurat memiliki atap memanjang memanjang yang menjadi ciri khas rumah adat Suku Banjar.

Sebagian besar bangunan berwarna kuning.

Koleksi yang ada di museum berupa perlengkapan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan adat dan budaya Suku Banjar.

Bagian dalam museum berisi koleksi dari umat Hindu, yaitu patung dewa dan patung binatang.

Selain itu, terdapat koleksi dari masa Kesultanan Banjar yaitu kursi emas, tameng, payung, tombak dan mahkota.

Harga Tiket & Jam Buka Museum Lambung Mangkurat KalSel

Tiket masuk museum dibagi antara individu dan kelompok. Berikut rincian lebih lanjut mengenai tiket masuknya:

  • Rp3.000 /orang (Dewasa)
  • Rp2.000 /orang (Anak-anak)
  • Rp5.000 /rombongan dewasa
  • Rp3.000 /rombongan anak-anak

Museum ini juga buka setiap hari kecuali hari libur nasional. Mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Berikut rincian lebih lanjut mengenai jam buka museum dalam satu minggu.

  • Minggu – Kamis: 08.00 – 16.00
  • Jumat: 08.30 – 11.00
  • Sabtu: 08.30 – 15.30
  • Tanggal merah nasional Libur

Ketahui juga Museum lainnya:

Nah, itulah pembahasan tentang Museum yang terkenal di Provinsi Kalimantan Selatan ini. Semoga bisa menambah wawasan para pembaca sekalian. Terimakasih!