Museum Mulawarman Kalimantan Timur

2 min read

Pada kesempatan kali ini kita kita akan membahas tentang sejarah dan koleksi di Museum Mulawarman.

Museum Mulawarman adalah sebuah museum di kota Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Sejarah Museum Mulawarman

museum mulawarman kalimantan timur

Museum ini merupakan bekas istana Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada tahun 1936 dan diresmikan sebagai Museum Kutai pada tanggal 25 November 1971 oleh Gubernur Abdoel Wahab Sjahranie.

Kemudian diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 18 Februari 1976 dan diubah namanya menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur. “Mulawarman”.

Bangunan utama Museum Mulawarman adalah bekas istana Kutai Kertanegara yang dibangun oleh perusahaan beton Belanda bernama Hollandsche Beton Maatschappij (HBM) dengan gaya arsitektur Eropa Klasik.

Sehubungan dengan penghapusan Kesultanan Kutai pada tahun 1960, keraton Kutai dikompensasikan oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Timur kepada pemiliknya, mantan Sultan AJi Muhammad Parikesit dengan biaya Rp. 64 juta.

Bahan bangunan didominasi beton, mulai dari basement, lantai, dinding, insulasi hingga atap. Di halaman depan Museum terdapat duplikat Patung Lembuswana yang merupakan lambang Kerajaan Kutai Kartanegara. Arsitektur museum ini mengadopsi arsitektur tradisional suku Dayak di Kutai.[3]

Pada bulan Agustus 1964 massa menyerang istana ini. Massa membakar pakaian Sultan yang kebesaran di halaman istana.

Sebagian besar arca, lambang kesultanan, gambar sultan dan baju kebesarannya dibakar. Tiang bendera yang terlalu tinggi (lebih dari 30 meter) dirobohkan.

Selain itu, massa yang diperintahkan Pangdam IX Mulawarman Kolonel Soehario Padmodiwirio berencana membakar keraton Kutai seperti yang dilakukannya terhadap keraton Sultan Bulungan yang habis terbakar.

Namun rencana tersebut urung terlaksana karena Gubernur Kalimantan Timur Abdoel Moeis Hassan mengirimkan polisi berlatar belakang etnis Banjar untuk mengamankan bangunan tersebut.

Moeis Hassan juga memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda untuk mengamankan kediaman Parikesit. Bentuk pengamanan yang terjadi adalah penyegelan keraton.

Koleksi Museum Mulawarman

Di dalam Museum Mulawarman tersimpan benda-benda bersejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti Singgasana, Tempat Lomba, Pakaian Agung, Tombak, Keris, Meriam, Kalung dan Prasasti Yupa serta Koleksi Keramik Cina.

Setiap tahun diadakan Upacara Erau yaitu Tari Kedaton, Upacara Adat dan Mengulurkan Naga di Desa Kutai Lama.

Dimana pada setiap pelaksanaan Erau juga ditampilkan atraksi seni budaya berupa tarian tradisional dan upacara adat dari berbagai suku lain di Indonesia maupun luar negeri.

Museum Mulawarman terdiri dari dua lantai. Lantai bawah adalah koleksi keramik Cina. sedangkan lantai 1 berisi koleksi relik bergaya seni.

Di belakang museum, pengunjung dapat berbelanja oleh-oleh khas budaya Dayak, batu perhiasan, dan cinderamata lainnya.

Di dalam Museum Mulawarman tersimpan benda-benda yang memiliki nilai sejarah/artistik tinggi yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti:

  • Tahta, sebagai tempat duduk Raja dan Permaisuri. Kursi ini terbuat dari kayu, jok dan sandarannya dilapisi kapas yang dilapisi kain kuning, sehingga jok dan sandaran kursi terasa empuk. Kursi ini dibuat dengan gaya Eropa, penciptanya adalah orang Belanda bernama Ir. Vander Lube pada tahun 1935.
  • Patung Swana Lembu, Lambang Kesultanan Kutai, dibuat di Burma pada tahun 1850 dan tiba di Istana Kutai pada tahun 1900. Swana Lembu dipercaya sebagai Tunggangan Batara Guru. Nama lainnya adalah Paksi Liman Janggo Yoksi, yaitu gajah berwajah gajah, bersayap burung, bertanduk seperti sapi, bertaji dan berkuku seperti ayam jago, berkepala raksasa dilengkapi berbagai jenis hiasan yang menjadikan ini patung terlihat indah.
  • Kalung Uncal, benda ini merupakan atribut dan benda kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara yang digunakan pada saat penobatan Sultan Kutai menjadi Raja atau saat Sultan merayakan hari lahir dan penobatan Sultan dan acara sakral lainnya.
  • Meriam Menyapu Alam Semesta Warisan VOC, Belanda
  • Prasasti Yupa yang ada di Museum merupakan tiruan dari Yupa asli yang ditemukan di Museum Nasional Jakarta. Prasasti Yupa adalah prasasti yang ditemukan di bukit Brubus, kecamatan Muara Kaman. Ketujuh prasasti ini menandai dimulainya era sejarah di Indonesia yang merupakan bukti tertulis pertama yang ditemukan berupa aksara Pallawa dalam bahasa Sansekerta.
  • Gamelan set dari Keraton Yogyakarta 1855
  • patung hindu
  • Satu set meja tamu dari Kesultanan Bulungan
  • Ulap Doyo, kerajinan Suku Dayak Benuaq
  • Minirama tentang sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara
  • Koleksi Numismatik (mata uang dan alat tukar lainnya)
  • Koleksi Keramik dari China, Jepang, Vietnam dan Thailand

Harga Tiket dan Jam Buka Museum Mulawarman Kalimantan Timur

Wisata Museum Mulawarman ini tidak hanya bersejarah tapi juga menjadi destinasi wisata murah.

Untuk harga tiket, berikut rinciannya:

  • Rp5.000 /anak
  • Rp10.000 /orang dewasa
  • Rp15.000 /orang untuk turist

Museum ini buka Sbatu sampai kami dari jam 09.00 sampai jam 16.00, sedangkan hari Jumat tutup.

Ketahui juga Museum lainnya:

Sekian informasi tentang museum Kalimantan Timur yang bisa kami sampaikan. Semoga dengan ini kalian bisa bertambah wawasan dalam mengenal sejarah. Terimakasih.