Museum Negeri Sulawesi Utara

Museum Negeri Sulawesi Utara Museum Negeri Sulawesi Utara terletak Museum ini terletak di Jalan W.R. Supratman No. 72, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Museum ini menyimpan berbagai warisan budaya leluhur dan budaya kearifan lokal leluhur dari zaman prasejarah hingga zaman modern hingga saat ini.

Bangunan museum ini menyerupai rumah adat Minahasa.

Museum ini memamerkan representasi budaya dan sejarah masyarakat lokal Sulawesi Utara, sejarah pra dan pasca kolonial, percampuran budaya dengan masyarakat Tionghoa dan Belanda yang menetap di Sulawesi Utara.

Sejarah Singkat Museum Negeri Sulawesi Utara

Museum Negeri Sulawesi Uatara

Museum ini dibangun pada tahun 1974. Awalnya museum ini dibangun karena pada tahun 1967 ditemukan benda-benda keramik di pekarangan oleh seorang warga rasi kecamatan Ratahan bernama Bola Resun ketika sedang berkebun, yang kemudian diserahkan kepada kantor wilayah Direktorat Jenderal Kebudayaan Manado.

Koleksi Muesum

Koleksi museum mewakili budaya dan sejarah masyarakat lokal Sulawesi Utara, sejarah pra dan pasca kolonial, serta campuran budaya dengan Cina dan Belanda.

Terdiri dari kumpulan geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik/heraldik, filologi, keramik, seni rupa, dan teknologi.

Koleksi alat tangkap yang ada di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara adalah:

  • Sasarup (alat tangkap di danau),
  • Totobongo (alat tangkap dengan cara ditusuk),
  • Igi (alat tangkap air tawar),
  • tambelong (tempat menyimpan umpan) dll.

Koleksi lainnya berupa peninggalan Kyai Maja yaitu sorban, keris, tasbih, dan pelindung dada.

Kyai Maja adalah pengikut setia Pangeran Diponegoro yang diasingkan oleh Belanda ke Tondano.

Selain itu, terdapat koleksi meja dan kursi yang digunakan oleh Pahlawan Nasional Maria Walanda Maramis. Tentu masih banyak lagi koleksi yang ada di museum ini.

Beberapa koleksi gerabah berasal dari Sangihe Talaud, Bolaang Mangondow dan Minahasa.

Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara diresmikan pada tanggal 9 Januari 1991, merupakan museum daerah dengan koleksi yang cukup banyak.

Ada sekitar 500 koleksi yang dipamerkan setiap harinya di Permanent Exhibition Building, dari lebih dari 2800 koleksi yang dimilikinya.

Namun, seperti kebanyakan museum lain di tanah air, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara juga membutuhkan penataan koleksi dan perawatan yang lebih baik, agar mampu menginspirasi dan memberikan kesan yang mendalam kepada pengunjung.

Fasilitas Museum

Fasilitas di museum ini hampir sama dengan museum lain pada umumnya, namun disini terdapat 3 tingkat dimana setiap tingkat memiliki beberapa ruang koleksi yang berbeda.

Desain museum ini sangat kental dengan desain yang dibuat dengan struktur budaya yang mengusung arsitektur rumah adat Minahasa dan ornamen kuno Minahasa.

Disini juga ada tempat makan selain museum yang menyediakan kuliner khas daerah sulawesi utara.

Selain itu pengunjung juga bisa berfoto dengan koleksi sejarah.

Harga Tiket Museum Negeri Sulawesi Utara

Untuk harga tiket masuk Museum Pendidikan Sulut tidak dipungut biaya sepeser pun karena pengelolanya adalah Dinas Pariwisata Provinsi Sulut.

Namun jika pengunjung ingin dipandu oleh guide, pengunjung hanya membayar dengan cara yang berkelas. tetapi terkadang membayar biaya parkir museum.

Ketahui juga Museum lainnya:

Demikian pembahsan singkat tentang Museum Sulawesi Utara yang bisa kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.