Museum Tanah Lampung

Museum Lampung atau Museum Tanah Lampung berlokasi di Kota Bandar Lampung, provinsi Lampung, Indonesia.

Museum ini merupakan yang terbesar di provinsi Lampung dan terbesar yang menjadi kebanggaan pemerintah provinsi Lampung.

Lokasi museum ini cukup strategis karena tidak jauh dari pusat kota Bandar Lampung yang hanya berjarak 30 menit.

Bagi kalian yang berencana untuk berwisata ke museum ini, kami akan meberikan informasi tentang harga tiket dan jam bukanya.

Tapi sebelum itu, simak dulu sejarah dan koleksi yang ada di Museum Lampung ini telebih dahulu.

Sejarah Museum Tanah Lampung

museum tanah lampung

Pembangunan Museum Lampung telah dimulai pada tahun 1975 dan peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1978.

Namun, peresmiannya baru dilakukan pada tanggal 24 September 1988 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan.

Peresmian bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di PKOR Way Halim.

Sang Bumi yang diabadikan sebagai nama museum ini diambil dari tulisan Sang Bumi Ruwa Jurai pada logo resmi Provinsi Lampung yang diresmikan pada 1 April 1990.

Memasuki era otonomi daerah, museum ini berubah. statusnya menjadi UPTD di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Koleksi yang Ada di Museum Lampung

Museum Lampung merupakan salah satu tempat kunjungan wisata sejarah sebagai sarana pendidikan, penelitian dan rekreasi.

Di pelataran museum, bahkan beberapa koleksi unik museum ini sudah akan menyambut setiap pengunjung.

Sepertinya meriam kuno dari masa penjajahan ini menjadi salah satu ikon dari Museum Lampung itu sendiri.

Selain meriam, replika rumah adat Lampung juga berdiri di halaman museum.

Rumah adat Lampung dikenal berbentuk rumah panggung yang dimaksudkan untuk melindungi pemilik rumah dari serangan harimau dan gajah, dan juga terdapat bola besi untuk pembukaan lahan.

Bola besi ini identik dengan identitas Lampung sebagai daerah tujuan transmigrasi pada tahun 1953-1956.

Bola besi ini digunakan untuk membersihkan lahan transmigrasi di Kabupaten Lampung Timur, khususnya Raman Utara, Lampung Timur dan Purbolinggo, Lampung Timur.

Serta di Kabupaten Lampung Tengah, khususnya Seputih Banyak, Lampung Tengah, dan Seputih Raman, Lampung Tengah.

Cara pengoperasiannya adalah dengan menarik dua traktor untuk menumbangkan pohon dan semak belukar di lahan datar yang akan menjadi lokasi transmigrasi.

Selama di museum, koleksi yang ditampilkan antara lain koleksi benda-benda budaya yang mewakili dua masyarakat adat dan budaya yang dominan di Lampung, yaitu Pegunungan Saibathin dan Pesisir Pesisir dan Perimbangan (Pepadun).

Kedua komunitas adat dan budaya ini masing-masing memiliki ciri khas dalam hal ritual adat dan budaya serta alat atau asesoris untuk memegang alat, seperti kain tradisional Lampung, kain tapis.

Rangkaian ritual kedua komunitas adat dan budaya tersebut ditampilkan secara berurutan, mulai dari ritual lapahan, bedu’a, kelahiran, mencukur, mengasah gigi sebelum dewasa, pernikahan, hingga ritual kematian dan sebagainya.

Harga Tiket Masuk Museum Lampung

Harga tiket masuk ke museum ini sangat murah yaitu:

  • Rp. 500 / anak dan rombongan anak-anak
  • Rp. 1.000 / orang dewasa
  • Rp. 4.000 / rombongan dewasa

Jam Buka & Tutup Museum Lampung

Museum Lampung menerima pengunjung dari hari Senin-Kamis dan buka pukul 08.00 – 14.00 WIB.

Sedangkan khusus hari Jum’at pukul 08.00 – 10.30 WIB, dan Sabtu-Minggu pukul 08.00 – 14.00 WIB.

Ketahui juga Museum lainnya:

Nah, cukup sekian informasi yang bisa kami bahas kali ini. Jika kamu berniat berwisata sejarah, maka Museum Lampung sangat cocok. Semoga informasi ini bermanfaat.