Noval alkatiri

Noval Alkatiri tampaknya bukan sosok yang layak diculik. Menurut ayahnya, Said Alkatiri, Noval sama sekali tidak aktif dalam politik. Dalam kampanye pemilu 1997, Noval oleh ayahnya disebut Cuma menonton. “Jadi tak ada alasan atas penculikan anak saya,” kata Siad.

Korban hilang bersama Deddy Hamdun dan Ismail, 29 Mei 1997. Mobil BMW putih berplat nomor B 136 AJ yang ia kemudikan pun lenyap tanpa bekas. Saat itu Deddy duduk disampingnya, sedangkan Ismail berada di kursi belakang.

Baca Juga : Deddy Hamdun Pendukung Fanatik PPP

Noval Alkatiri, yang lahir di Jakarta 25 Mei 1967, tinggal bersama orang tuanya di jalan  S RT 04/11 No. 20 Kebon Baru, Jakarta Selatan. Ia meninggalkan bangku sekolah kelas 2 SMP tahun 1982, lalu bekerja bersama familinya di PT Sapta Saguna sampai tahun 1989.

Setelah itu, ia membentuk perusahaan sendiri dengan bendera PT Sangkuriang Tour & Travel, dan PT Rahama Pratama Sejati yang bergerak dalam bidang pengerahan tenaga kerja Indonesia. Di kedua perusahaan tersebut, ia menjabat sebagai direktur hingga penculikan atas dirinya.

Keluarga  Noval Alkatiri  Panik

Ayahnya mencoba , menyelamatkan kedua perusahaan yang limbung setelah ditinggal Noval tersebut. Namun usahanya semakin hari semakin kembang kempis. “Kami hancur semuanya. Anak di mana, diculik siapa, masih hidup atau sudah mati, kami nggak tahu,” Kata Said Alkatiri, ayah Noval pada ADIL.

Sementara kondisi fisik Said Alkatiri sendiri sudah lemah. Penyakitnya makin rentan begitu anaknya ketahuan diculik. Dari hari ke hari penyakit kencing manisnya makin memburuk hingga belakangan merabunkan mata. “Dalam dua meter saja saya nggak bisa lihat,” kata Said.

Noval alkatiri
Ibu Noval Al Katiri sedang menunjukkan foto Anakny yang hilang.

Orang tua yang beranjak memasuki usia 59 itu makin panik mendengar dugaan kematian anaknya dalam penculikan. Bukan saja karena Noval menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, tetapi karena menurut Said, anaknya tak pernah terlibat sesuatu yang berkaitan dengan perbuatan kriminal ataupun politik.

Baca Juga : Diplomasi Beras PM Sjahrir

Menurtnya, sejak berusia 12 tahun, Noval Alkatiri tak macam-macam. Selain sekolah, Noval kecil hanya disibukkan oleh latihan bulu tangkis. Hampir setiap pagi, Said melati Noval bermain bulu tangkis, hingga kemudian menjadi hobi Noval.

“Ke Mana Ayah ma?”

Suasana Rumah besar bermotif sederhana itu pun menjadi lenggang karena sering ditinggal penghuninya. Said Alkatiri, istrinya, serta adik Noval yang menempati rumah di jalan S Kebon Baru itu, tampak lenggang di siang hari.

Mereka terus mencari informasi keberadaan anaknya ke Kontras, dan meneruskannya mempertanyakan ke institusi militer sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kasus penculikan.“Kami pasrah, yang penting anak saya kembali,” tambah Said.

Baca Juga : Playboy Interview: George Aditjondro

Sementara Navila (8), anak Noval Alkatiri, selalu bertanya kepada ibunya Vivi, ke mana ayagnya pergi. Padahal, sejak perceraian dengan Vivi tahun 1991 lalu, Noval suka menjenguk anaknya di tempat ibunya. “ke mana ayah ma?” Kata Navila seperti diceritakan Said kepada ADIL.


Selama bulan Mei, Moeseum.id akan menurunkan berita tentang hiruk pikuk situasi pasca kerusuhan 1998. Semua tulisan berita pasca kerusuhan 1998, bersumber dari konten Tabloid ADIL, yang ditulis ulang oleh Moeseum.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here