Pendoedoek Soerakarta
Foto Pakubuwono X. Raja Surakarta yang diperingati kenaikan takhtanya yang ke 40. Sumber : Pinterest

MEMPERINGATI DAN MERAJAKAN HARI 40 TAOEN LAMANYA S.P.K. SOESOEHOENAN MEMEGANG PEPRENTAHAN KERADJAAN SOERAKARTA, DJATOH PADA HARI TANGGAL 21 JANUARI 1932

Hoofdcomite oentoek mengingati dan merajakan hari 40 taoen lamanja S.P.K. SOESOEHOENAN Memegang kemoedi keradjaan, telah mengadakan VERGADERING di Astana Gouverneur Soerakarta koetika pada hari tanggal 23 September 1931, dikoendjoengi oleh wakil-wakil dari segenap pendoedoek Soerakarta, perloe memoetoeskan hendak merajakan hari jang pendoedoek Soerakarta, Perloe memoetoeskan hendak merajakan hari jang penting bagai Negri dan bagai Sri Padoeka Jang oemoemnja ditjintai itoe.

Adapoen hari jang haroes diperingati itoe adalah hari penoetoep waktoe lamanja peprentahan Sri Padoeka jang soedah begitoe lambat dan membawa kebadjikan bagai rakjat negri Soerakarta itoe, kemoedian maka sekalian pendoedoek Soerakarta poen sajogianya haroes djoega toeroet merajakan hari itoe, oleh karena Sri Padoeka selama bertachta itoe poen dapatlah soedah memboektikan tjita-tjitanya jang baharoe lagi modern bagai Negrinja, sehingga dapatlah Sri Padoeka itoe menanam benih ketjintaan dan rasa penerimakasih didalam hati sanoebarinja sekalian pendoedoek Negri Soerakarta.

Baca Juga : Bromocorah dalam Sejarah Kita

Adapoen boekti-boekti jang telah nampak dan ternjata itoe, jalah: atoeran-atoeran jang telah didjalankan dengan kemaoean dan pertolongan Sri Padoeka Oentoek mengoebah dan memperbaiki hal oeroesan tanah, oeroesan daja-penghidoepan (economie) dan oeroesan negri, sedang banjak poela peroebahan dalam hal bertjoetjoek tanam (landbouw), mengatoer djalannja air (irrigatie dan assaindoring), hal pengadjaran dan lain-lain peroesahaan jang telah dapat dilangsoengkan selama Sri Padoeka memegang peprentahan itoe; laloe ditambah poela beberapa hadiah jang telaah dikaroeniakan oleh Sri Padoeka Oentoek menjokong pengadjaran dan lain-lain keperloean sociaal djoega adanja.

Akan tetapi karena keadaan zaman di antero doenia jang amat soekar sekarang ini, terpaksalah orang haroes melakoekan penghematan didalam hal apa sadja, dari sebab itoelah maka atoeran-atoeran oentoek merajakan hari jang moelia itoe haroes djoega dibikin sederhana sesoeai dengan kehendak Sri Padoeka, sedang karena itoelah Hoofdcomite poen terpaksa haroes mengoerangi wang ongkos keramojan boewat bikin perarakan (optochten) dan lain-lain kesenangan, kemoedian Hoofdcomite mempersilahkan kepada segala perhimpoenan pegawai Negri dan orang-orang particulier boewat melangsoengkan perajaan itoe.

Selain dari pada tanda kahormatan terseboet diatas ini, maka Hoofdcomite  poen dengan djalan mempersatoekan hati dan sama-sama bekerdja dengan segala pendoedoek, berniat djoega hendak mendirikan tanda peringatan jang berfaedah bagai oemoem dan bisa tinggal tetap selama-lamanja, seoalah-olah tanda kehormatan dan ketjintaan dari fihak sekalian pendoedoek Soerakarta terhadap Sri Padoeka Kangdjeng SOESOEHOENAN itoe.

Baca Juga : Jual Beli Jabatan Masa Mataram – Belanda

Adapoen jang dipilih orang sebagai tanda kehormatan itoe, jalah: pendirian seboeah sekolah dagang rendah di Soerakarta, oleh karena pengadjaran dagang itoe, menilik besarnja perdagangan batik dan madjoenja perdagangan cooperatie di Soerakarta, nistjalah akan digemari soenggoeh- soenggoeh oleh sekalian pendoedoek Solo.

Hanjalah dengan sikap jang sepakat dan dan tenaga …… diantara sekalian pendoedoek, maka berdirinja sekolah dagang itoe nistjaja dapat ditentoekan djadinja.

Sjahadan berhoeboeng dengan toelisan diatas ini, maka Hoofdcomite poen sekarang mempersilahkan kepada sekalian pendoedoek Soerakarta soepaja toeroet beramai-ramai merajakan hari peringatan itoe, dan apabila mereka ada kekoeatan dan bisa toeroet pikoel ongksnja  tanda kehormatan itu, soepaja wang oeroenannja lantas distor satoe kali atau dengan ansoeran di Kantor Bank Factory di  Solo atas namanja Hoofdcomite oentoek merajakan hari 40 taoennja S.P.K. SOESOEHOENAN memegang keradjaan.

Pendoedoek Soerakarta
Foto Pakubuwono X. Raja Surakarta yang diperingati kenaikan takhtanya yang ke 40.
Sumber : Pinterest

Adapoen Hoofdcomite itoe terdiri atas bebrapa Sub-comite oentoek berdjenis-djenis bangsa, seperti terseboet dibawah ini:

  1. T. Resident Soerakarta dan K.T. Resident t/b bersama-sama dengan Boepati jang mempoenja bawah (Ja-itoe oentoek bangsa Boemipoetra, Blanda, dan Japan di dalam afdeeling Soerakarta.
  2. Toean Van Goyn dan Toean De Villeneuve (oentoek Onderneming d.s.b);
  3. P.H. Koesoemojoedo dan R.T.Mr Wongsonegoro (Oentoek sekalian pegawai negri Soerakarta);
  4. Toean Kapitein bangsa Tionghoa dan Toean Ong Siang Tjoen (oentoek pendoedoek bangsa Tionghoa di Afdeeling Soerakarta);
  5. Toean Luitenant bangsa Arab (boewat pendoedoek bangsa Arab di Afdeeling Soerakarta);
  6. Boewat Afdeeling Klaten akan dibangoenkan Sub-comite oentoek menrima wang oeroenan dari sekalian pendoedoek.

Baca Juga : Diplomasi Beras PM Sjahrir

Djoemblah wang oeroenan jang ditrima itoe pertama kali akan dipergoenakan boewat ongkos mendirikan sekolah dagang rendah, dan sebrapa bisa djoega boewat mendirikan 3 boewah pintoe-gerbang (gapoera).

Menilik kekoeatan masing-masing orang jang membri wang oeroenan, maka pembajarnja wang itoe boleh diangsoer dengan menitjil tiap-tiap boelan.

Atas nama Hoofdcomite:

J.J. Van helsdingen

Gouverneur Soerakarta.

W.H.OCKERS

Resident Ter Beschikking Gouverneur Soerakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here