Prabowo Tamat

Prabowo mengaku bersalah. DKP merekomendasikan agar dibawa ke Mahkamah Militer. Dikorbankan atau mengorbankan diri?

Buyar sudah karier Prabowo di kemiliteran. Jenderal cerdas yang pernah dijuluki the raising star ini, harus mengubur dalam-dalam ambisinya.

Memang vonis belum dijatuhkan oleh panglima ABRI. Namun, isyarat bahwa Letjen TNI Prabowo Subianto akan dipecat dan diajukan ke Mahkamah Militer, semakin kentara.

Dihadapan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Prabowo telah mengakui kesalahannya. Dan, dia menyatakan siap untuk bertanggung jawab.

“Hal itu kan suatu sikap keperwiraan. Ada salah, ada pertanggungjawaban,” ujar Ketua DKP Jendral TNI Subagyo, usai memeriksa Prabowo, di Mabes Angakatan Darat, Rabu (13/8) lalu.

Setelah memeriksa untuk kedua kalinya, Jumat (14/8), DKP tiba pada kesimpulan, Prabowo bersama Letjen Muchdi PR dan kolonel Chairawan layak diajukan ke Mahkamah Militer (Mahmil). Itu rekomendasi DKP yang akan disampaikan ke Menhankam/Pangab, Jenderal TNI Wiranto.

“Bentuk rekomendasi ini sejak awal sebetulnya sudah jelas,” kata Subagyo.

Prabowo Salah Analisis Perintah

Dalam pemeriksaan pertama, Senin (10/7) lalu, Prabowo menyatakan telah salah analisis terhadap perintah Bawah Kendali Operasi (BKO). BKO merupakan suatu status, di mana suatu satuan di bawah kendali satuan lain yang bukan satuan organiknya. Kesalahan analisis itulah, yang membuat runyam pada saat pelaksanaan.

Yang terjadi kemudian, adalah diculiknya beberapa aktivis. Tindakan ini mengandung kecaman keras. Dan, tentu saja, yang paling tertampar adalah ABRI.

Baca Juga: Selamatkan Mereka Pak Wiranto

Wajar jika bertindak tegas, meski pada awalnya terkesan lamban. Antara lain, dengan membentuk DKP yang memeriksa tiga Perwira Kopassus. Prabowo, Muchdi, dan Chairawan.

Meski sudah jelas isi rekomendasinya, yakni sanksi administratif berupa pemecatan dan diajukan ke Mahkamah Militer, setelah peringatan Proklamasi 17 Agustus, mereka akan diperiksa lagi. Pemeriksaan tambahan ini, menurut ketua DKP, untuk pendalaman.

“Supaya rekomendasi DKP kepada Pangab nanti lebih baik,” jelas Subagyo.

Prabowo Tamat
Cover Tabloid ADIL, menulis dicover-nya kalimat “Prabowo Tamat” secara Bold. Sumber: Tabloid Adil.

Sebelumnya, sumber ADIL di Mabes AD, percaya Prabowo tidak akan dibawa ke Mahmil. Dia Cuma mendapat sanksi terberat; diberhentikan dari ABRI, entah dengan hormat atau tida dengan hormat.

Mengapa tidak di-Mahmil-kan? Konon karena Prabowo tidak terlibat langsung dalam penyiksaan terhadap para aktivis tersebut. Lagi pula Tindakan Prabowo masih dalam bingkai operasi intelejen.

“Di negara manapun, operasi intelejen itu sah. Apalagi, ada atasan memerintahkan Danjen Kopassus untuk mengusut aksi-aksi teror saat itu,” kata orang dekat Prabowo.

Prabowo, Muchdi PR, dan Chairawan Belum Ditimpa Sanksi Pidana

Secara demikian, tindak pidana yang berkaitan dengan kasus penculikan para aktivis, hanya ditimpakan kepada 10 anggota Kopassus yang dimajukan ke Mahmil.

Inilah yang menimbulkan pertanyaan, karena terkesan diskriminatif. Pemeriksaan Prabowo dan dua perwira lainnya, hanya berkisar pada persoalan disiplin, prosedur, kejujuran, dan tabiat keperwiraannya. Sementara 10 anggota Kopassus yang dijaring untuk kasus yang sama, diancam sanksi pidana.

Mantan Pangkostran Letjen TNI (Purn) Kemal Idris, melihat memang ada keganjilan dalam pengusiutan kasus pelaku penculikan. Lebih jauh, Kemal yang kini memimpin Barisan Nasional, mencurigai ada rekayasa agar pertanggungjawaban kasus tersebut terhenti sampai tingkat Prabowo.

Padahal, mustahil atasan Prabowo saat itu tidak mengetahui. “Kalau bilang tidak tahu, itu terang bohong,” katanya kepada ADIL.

Baca Juga: Dialog Mayjen TNI Syamsu Djalaludin dengan Keluarga Korban Penculikan

Namun, ketua DKP secara tegas mengatakan, perintah BKO yang kemudian salah dianalisis oleh Prabowo itu bukan dari Pangti maupun Pangab saat itu. Lalu, dari siapa? Inilah yang masih tertutup rapat.

“Perintah untuk mengatasi akasi-aksi teror itu datang dari Presiden,” jelas Jenderal kepercayaan Prabowo pada ADIL. Jadi, silakan tebak sendiri: saat ini Prabowo memang dikorbankan, atau mengorbankan diri.

Yang terang, sejak namanya santer disebut dalam kasus orang hilang, Prabowo tampak tenang. “Dia sudah siap menanggung sanksi apapun,” kata sumber tadi. Ia bahkan sudah menyiapkan rencana jika kelak tidak di ABRI lagi.

“Saya akan menulis buku,” Kata menantu Pak Harto ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here