tulisan-tulisan Sjahrir
Cover Buku Sosialisme Indonesia Pembangunan.

Tulisan-tulisan Sjahrir – Jarang sekali orang tahu Sjahrir dari karya tulisnya sendiri. Banyak bagian sejarah kita yang masih berkabut, khususnya yang mengenai pergulatan pikiran. Kumpulan 12 naskah karangan almarhum.

Judul : Sosialisme, Indonesia, Pembangunan,Kumpulan Tulisan Sutan Sjahrir.

Karya: Sutan Sjahrir.

Penerbit: Lappenas, Jakarta.

Tahun  :  1982, 309 hal.

Sutan Sjahrir lebih banyak dikenal melalui penuturan orang dari pada lewat tulisannya sendiri. Manifes politiknya yang terkenal, Perjuangan Kita (1945), mungkin memang paling banyak dibaca orang. Tapi karya-karyanya yang lain tersebut hanya dikalangan amat terbatas. Bahwa publik Indonesia mengenal Sjahrir lewat orang lain, khususnya para pengamat luar negeri, menyebabkan banyak orang bisa mendapat berbagai gambaran yang sudah dibesarkan atau dikecilkan. Lebih-lebih generasi sesudah kemerdekaan.

Atas dasar kenyataan di atas, mestinya para penerbit mendahulukan tulisan-tulisan sjahrir sebelum buku (atau buku-buku) lain mengenai tokoh ini, yang umumnya bermaksud mengenangnya. Tidak adanya sumber pertama tersebut menyebabkan banyak hal dalam sejarah nasional kita masih berselimut kabut. Khususnya mengenai pergulatan mental-spiritual bangsa, yang seolah kering dan bahkan terhenti, seolah semakin surut dan miskin serta tidak mendapat tempat lagi.

Baca Juga : Diplomasi Beras PM. Sjahrir

Seolah landasan bagi eksistensi republik ini hanya gagasan-gagasan yang naif belaka tentang kemerdekaan. Tidak ada pergulatan mendasar dengan pilihan-pilihan ideologi dunia. Seolah republik ini lahir dengan gampang dan tumbuh sambil lalu. Seolah perjuangan bangsa hanya bermakna secara fisik.

Dalam hubungan itu, arti penerbitan kumpulan tulisan-tulisan Sjahrir terletak pada kesempatan yang dibukakan untuk merenungi kembali jejak pergulatan mental-spiritual-intelektual tersebut, yang dalam diri Sjahrir terungkap dengan tajam dan bernuansa. Sebab itu –agaknya – untuk membaca buku ini pun diperlukan modal kearifan. Bukan saja untuk berbeda pendapat, tapi juga untuk menelusuri sejarah bangsa yang rumit dan penuh pertentangan.

Tulisan-tulisan Sjahrir
Sjahrir (Kiri), Soekarno (tengah), Hatta (Kanan)

Dua belas tulisan dalam buku ini di karang tahun-tahun 1952 sampai 1964

Tahun-tahun yang ditandai keadaan krisis. Masa-masa menjelang Pemilu pertama 1955, ketika Partai Sosialis Indonesia (yang sejak 1948 dipimpin Sutan Sjahrir) mengalami kekalahaan amat getir, sampai tahun 1964 ketika tanda-tanda kejatuhan Sukarno mulai nampak.

Tiga dari dua belas naskah ditulis tanpa penunjuk tahun, hal yang mungkin membuat kita bertanya-tanya bahwa seorang Sutan Sjahir yang melakukannya. Satu diantaranya adalah naskah 60 halaman berjudul Pembangunan ekonomi negara kita – tulisan dalam urutan terakhir penerbit.

Sejak penyerahan kedaulatan, Sjahrir memang tak menduduki jabatan yang berarti di pemerintahan.  Kecuali menumpahkan perhatiannya membanggun PSI ia dengan leluasa menjadi pengamat politik. Ia menganalisa keadaan, memaparkan kenyataan, merumuskan persoalan, mengungkapkan kesalahan serta menyodorkan alternatif. Hal itu dapat kita temui dalam kumpulan ini – merupakan ciri dan benang merah dari tiap tulisan.

Baca Juga : Tulisan Ki Hajar Dewantara 1957

Uraian masalah-masalah yang dihadapi bangsa Indonesia sendiri sudah merupakan bagian dari potensinya untuk melakukan tugas sejarah. Tulisan kesembilan, berjudul “Peninjauan dan penilaian keadaan dewasa ini di negeri kita”, yang ia tulis tahun 1958 dan merupakan naskah lepas (belum pernah diterbitkan) serta naskah terpanjang dalam kumpulan tulisan ini (62 halaman), mungkin merupakan tulisannya yang paling lengkap dan paling rinci tentang keadaan negeri kita saat itu.

Sedang tujuh tulisan pertama mengemukakan prinsip-prinsip dan sejarah perkembangan sosialisme yang ia yakini. Dua tulisan lain yang lahir semasa ia berada dalam tahanan, keadan dan tugas kita (1963) dan Tinjauan dalam negeri (1964), umumnya hanya merupakan penajaman serta kelanjutaan analisanya tahun 1958.

Tulisan-tulisan Sjahrir

Penerbit, dalam Pengantarnya, Juga Bertanya-Tanya

Manfaat apa gerangan yang bisa digali dari penerbitan ulang ini, untuk menghadapi perkembangan sekarang? (Hal. 11). Pertanyaan ini memang mengandung sedikitnya dua kebutuhan. Ia akan lebih bermanfaat bila ada semacam ‘kata pengantar’ yang bisa mengungkapkan latar belakang pergumulan Sutan Sjahrir dengan tema-tema yang ditulisnya. Kedua, ia akan bermanfaat pula sejauh kita masih mampu menumbuhkan sikap kritis.

Akan hal Sjahrir sendiri, ia berkali-kali berkata dalam tulisannya: “Marilah kita perjelas keadaan kita sekarang…” Ia berusaha memperoleh pengertian yang jelas dan luas tentang keadaan bangsa kita… seraya memberi petunjuk untuk mengusahakan jalan keluar. …. (Hal.1190).

Baca Juga : Nasib Buruh Masa Kolonial

Itulah sumbangan khas Sjahrir, yang sering untuk selanjutnya, kita tahu, tidak semuanya enak didengar. Adapun sosialisme kerakyatannya yang berintikan upaya mendewakan kemanusiaan (hal.115), agaknya akan tetap merupakan kerangka moral yang penting bagi setiap aktivitas politik di masa-masa mendatang.

Akhirnya, sambil meninggalkan kesan terburu-buru, bagaimanapun penerbit telah menyuguhkan sumbangan yang berarti dalam menambah perbendaharaan gagasan di masyarakat. Pencantuman riwayat hidup Sjahrir (hal.297-299) amat membantu pembaca menempatkan tulisan-tulisan Sjahrir ini dalam fase pengembaraanya. Sayang foto-foto dokumentasi yang bernilai sejarah dipasang tanpa keterangan seperlunya. Kesalahan cetak tak sempat dihitung, tapi agaknya tak banyak.

Baca Juga : Surat Edaran Masa Krisis Ekonomi 1930

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here